Articles

2024-10-04
Ketika Sebuah | Articles

Ketika “titik” itu bergerak….


Pada artikel yang lalu, saya membahas mengenai fungsi sebuah titik.  Titik yang bentuknya sederhana namun memiliki fungsi penting bahkan dalam ilmu Graphology, letak dan bentuk mengandung makna yang menceritakan subconscious penulis.

Anggap saja kita baru lahir dan mendarat dibumi sebagai titik tersebut diselembar kertas polos.  Kertas dalam Ilmu Graphology diartikan sebagai ruang lingkup kehidupan seseorang.

Secara nature, titik akan bergerak karena kita akan bertumbuh dan membawa karakter genetik, sementara secara nurture factor external akan mempengaruhi dan membentuk karakter kita.

Berdasarkan hukum universal, kita adalah makhluk social yang membutuhkan orang lain. Energy untuk bertumbuh akan mendorong kita untuk bergerak kedepan dan berhubungan dengan orang lain untuk berkomunikasi dan bersosialisasi.  

Sehingga kita yang diibaratkan seperti “titik” tadi tersebut akan terdorong bergerak dari poin A ke poin B, dari saya menuju kamu, dari sini menuju sana dari saat ini menuju kedepan.

Dalam tulisan tangan, secara subconsciously, titik yang bergerak membentuk goresan tersebut, akan membentuk goresan yang melengkung atau tarikan garis lurus.

Keduanya akan memiliki arti mengenai sifat dan karakter diri penulis.


Jika tulisan seseorang didominasi oleh bentuk melengkung baik pada bentuk huruf dan sambungan, hal tersebut mencerminkan orang tersebut cenderung bergerak menggunakan emotional standpoint atau perspektif emosional.  

Lengkungan adalah representative dari feminitas yang mencerminkan kehangatan, kelembutan dan kepekaan dalam berhubungan dengan orang lain.   

Lembut, peka, terbuka terhadap lingkungan sekitar, senang terlibat dengan orang lain [people oriented] dan ingin menyenangkan orang lain.

Penulis ramah dan penuh kasih [compassion] dalam meresponse orang lain sehingga banyak orang suka dengan dirinya.

Ada banyak kandungan emosi, feeling dan perasaan dalam bertindak, berfikir dan mengambil keputusan.  Komunikasi dengan orang lain pun akan dilakukan setelah melihat kondisi lawan bicaranya dan tidak dilakukan secara blak2an.  Penulis akan memastikan terlebih dulu apakan lawan bicaranya siap untuk berkomunikasi atau tidak, memikirkan dengan matang bagaimana cara menyampaikan pesan, dll.  Selain itu, ia juga berhati-hati dalam tindakan dan perilakunya.  Menjaga situasi yang harmonis, stabilitas dan damai adalah keinginannya. 


Lalu bagaimana jika, titik tersebut bergerak dan membentuk sebuah garis lurus, bukan melengkung? Garis lurus merepresentasikan sisi maskulinitas dari penulis.  

Sisi maskulin memiliki karakter kuat, dominan, ambisi, aktif, kompetisi, mampu memutuskan dengan cepat, disiplin dan salah satu tanda seseorang yang memiliki kemampuan memimpin. Tindakan dan pemikirannya cenderung menggunakan Intellectual base.  Penggunaan rasio dan logika lebih mendominasi dirinya dibandingkan sisi rasa/feeling atau perspektif emosi.

Jika tarikan garis dapat dianalogikan bagaimana kita berkomunikasi dan berhubungan dengan orang lain, maka apa lagi yang lebih cepat dibandingkan tarikan garis lurus dari poin A ke B.   

Sebuah tulisan yang didominasi oleh tarikan garis lurus [bahkan membentuk sudut segitiga] memiliki arti, gaya penulis dalam berkomunikasi straight to the point, lugas, tanpa basa-basi, langsung ke inti pembicaraan.  Ia sebal dengan segala sesuatu yang berputar-putar dan banyak embel-embel.

Penulis menyukai justifikasi yang memiliki dasar yang jelas baik data ataupun bukti nyata.  Biasanya penulis tegas dan kokoh dalam pendirian, tidak takut dengan friksi dan beradu argumentasi.  


Jadi bagusnya yang mana? Tulisan tangan yang didominasi oleh bentuk lengkungan atau berupa tarikan garis lurus? 


Balance adalah yang terbaik.


Karena penulis dapat menyeimbangkan penggunaan sisi emotional perspective dan intellectual base.  Kelembutan dari sisi feminine [lengkungan] akan disupport oleh kekuatan sisi maskulin [garis lurus].  Demikian sebaliknya, ambisi, ketegasan dan drive dari sisi masukulin [garis lurus] mendapat keseimbangan dari sisi feminine [lengkungan] untuk beradaptasi.