Articles

2017-02-07
Yup, Passion is Sexy Enough! | Articles
Passion itu apa sih? Passion gue apa ya?

Sumpah, gue merasa iri sama teman-teman gue yang udah ngerti mau apa mereka dalam hidup. Mereka betah banget staytune dengan apa yang mereka bikin meski tampang mereka jadi enggak banget deh. Contohnya si Angeline. Doi betah banget ngetem di depan laptop sampai lewat pagi buta hanya gara-gara ngerjain materi bahan ajar. Dodi juga sama aja. Desye bisa jejingkrakan abis dan seru-seruan gila hanya lantaran cakenya berhasil mengembang dengan baik. Dan Dodi itu, gak bakal bisa diganggu kalo lagi trial resep baru! Jangan berani-berani pokoknya, bisa-bisa spatula kayunya melayang deh… Nah, lo bisa bayangin semua kehebohan itu nggak sih, bo?! Serius, gue heran sama mereka!

Ehm, aslinya sih gue merasa heran sama diri gue sendiri. Pertanyaannya adalah, kenapa gue nggak bisa seheboh mereka? Gue ngerasa kayak ada yang kurang dalam hidup gue. Gue jadi berasa galau, blank. lonely…….

Sebenernya nasib gue gak jelek-jelek amat. Gue kerja dan dapat posisi bagus dengan gaji jauh di atas rata-rata teman-teman gue. Kantor tempat gue kerja juga merupakan kantor idaman banyak orang. Berkat kerja keras gue dan lulus S1 cumlaude semua jadi terasa indah buat gue. Pokoknya thanks God banget! Dengan gaji yang bikin kantong gue tebal ini, gue bisa banget travelling, sementara teman-teman masih struggling nabung. Ada gadget baru? Well, bisa dengan mudah gue beli. Shopping barang-barang branded selevel Bershka, Massimo Dutti, Pull & Bear ato Stradivarius, ah, itu mah gampang! Tapi sialnya, dengan semua yang sudah gue dapatkan itu, kenapa gue still feel bored and feel empty? While others seem so happy with their live, not only happy, they seem contented. Sementara gue nggak dapet feel itu. I am so dead jealous!

***

Kamu masih bingung menentukan arah dan tujuan hidup? Tenang saja, karena kamu tidak sendiri. Contohnya di atas, Kiara. Pertanyaan-pertanyaan soal hidup seringkali muncul mengusik Kiara. Tapi, boro-boro bikin target, untuk menentukan apa yang benar-benar ia sukai saja segala sesuatunya masih terasa gelap.

Passion. Yup! Sepertinya kamu akan berurusan dengan mahluk yang satu itu dan sebagaimana Kiara, kamu hanya akan merasakan kehampaan apabila kamu tidak berpapasan dengan passion dalam hidup kamu. Masak sih? Kalau begitu, apakah kita tidak bisa hidup tanpa passion? Oh, sudah tentu bisa! Jangan khawatir! Kamu masih tetap bisa bernafas meski tak mengetahui apa passion kamu… Tenang saja.

Tapi apa yang membedakan mereka yang dilingkupi passion dan tanpa passion? Sekarang, coba kamu bandingkan orang-orang yang ada disekitar kamu. Coba lihat bola mata mereka, apakah ada sinar yang bercahaya di sana? Apakah ada senyum yang rekah meski gurat-gurat lelah tak dapat disembunyikan? Jika jawabannya adalah ada, sudah tentu mereka tengah dipandu oleh passion! 

Orang yang bekerja tanpa passion seringkali terlihat kering, monoton dan tanpa daya. Tetapi mereka yang bekerja dengan passion, mereka bukan semata bekerja dengan klausul hak dan kewajiban yang ketat. Kerja mereka adalah karya, sebuah dedikasi yang penuh berisi Cinta dan passion-lah yang membuat semua itu menjadi nyata! Saya jamin!


Steve Jobs pernah mengatakan “The only way to do great work is to love what you do” maka tak heran term ‘follow your passion’ kini muncul sembilan kali lebih banyak di buku-buku terbitan berbahasa Inggris jika dibandingkan tahun 1990-an. Penelitian ini dilakukan oleh team Psikologi University of Michigan yang diterbitkan dalam bulletin Personality and Social Psychology.

Sedahsyat itukah sebuah passion? Kalau begitu, apa sebenarnya passion itu? Bagi saya, passion adalah sebuah proses penemuan diri, yang dilanjutkan oleh pengembangan secara terus menerus dan membutuhkan pendalaman seumur hidup. Dan saya sepakat jika passion dapat membuat seseorang mampu mengerjakan sesuatu tanpa merasa lelah sama sekali.

Sebagai contoh adalah clarinet Eddie Daniels. Ia mengatakan jika kegiatan untuk mendefiniskan diri merupakan upaya signifikan dalam membangun identitas seseorang. Dengan memahami diri sendiri, seseorang akan mengetahui perbedaan mendasar antara menjadi seorang clarinetist dan bermain clarinet. Menjadi seorang clarinetist melibatkan passion di dalamnya dan hal itu jelas berbeda dengan sekedar bermain clarinet sebagai hobi. Dengan passion, kamu akan rela menghabiskan banyak waktu dan energi untuk memperdalam bidang yang kamu pilih. Kamu juga tak akan lelah untuk terus belajar, belajar dan belajar dan terus melakukan pengulangan yang sama hingga kelak kamu menjadi expert.

Meski passion seakan menguras waktu, tenaga, materi maupun energi, pada kenyataannya passion membuat seseorang menjadi bahagia. Hal tersebut sejalan dengan hasil penelitian Brent D. Rosso, PhD yang mengatakan "finding meaning in ones work has been shown to increase motivation, engagement, empowerment, career development, job satisfaction, individual performance and personal fulfillment, and to decrease absenteeism and stress." (Research in Organizational Behavior, 2010)


Dan titik puncaknya adalah ketika kamu merasa menjadi seorang manusia atau kadar kemanusiawian kamu meningkat, itulah passion! Science has to say: Passion for your work is a little bit of discovery, followed by a lot of development, and then a lifetime of deepening.


***


Oke, sekarang kamu sudah mengetahui betapa pentingnya peran passion dalam hidup bukan? Nah, kamu tak perlu lagi khawatir karena graphology dapat membantu kamu memahami minat dan bakat kamu dan pada gilirannya akan membawa kamu menemui passion kamu.


Graphology adalah ilmu yang dapat mengungkapkan kepribadian seseorang melalui analisa pola dan model tulisan tangan. Melalui analisa tulisan tangan saya dapat membantu kamu untuk mengetahui kemana minat kamu yang sebenarnya; misalnya apakah ke kegiatan yang bersifat konseptual ataukah kegiatan yang lebih membutuhkan energi fisik. Selain itu, analisa tulisan tangan juga dapat menunjukkan apakah seseorang lebih berminat untuk bertemu dengan orang banyak atau malah sebaliknya, justeru merasa ter-recharge atau alive pada saat sendiri. Kamu juga dapat mengetahui apa bakat kamu dengan graphology; apakah kamu berminat pada literature, design, berkebun, memasak, berdiplomasi, berkomunikasi dan lain-lain.


Nah, apakah kamu merasa bermasalah dengan passion kamu? Ataukah kamu merasa belum mengerti apa potensi diri kamu sebenarnya? Kamu bisa berbagi cerita di sini dan apabila kamu butuh bantuan serta dukungan saya, kamu bisa menghubungi saya di sini.


Passion is sexy! So, lets follow our passion!