Articles

2017-06-24
Tulisan Tangan; Sebuah Kekayaan dibalik Kesederhanaan | Articles

Perkembangan teknologi bergerak cepat dan dalam era hitech seperti ini segala sesuatunya dapat dilakukan semudah menjentikkan jari. Microwave memudahkan kita untuk memasak atau memanggang dengan sekejab mata. Stylus pen menggantikan duet pensil dan rautan. Smartphone menganulir masa-masa telephone kabel. Setrika uap memperingan tugas kita ketimbang harus mengangkat setrika besi yang berat. Dan kita pun akan segera memasuki era mobil tanpa kemudi dan pedal rem yang akan menjadi masa-masa yang sangat mencengangkan.


Tentu saja, sebagai manusia modern kita akan larut dengan perkembangan tersebut. Pola-pola tersebut sangat ‘mengguncang’ kebiasaan lama kita. Lebih-lebih, asumsi menjadi manusia modern adalah harus lekat dengan semua teknologi yang paling maju dan paling terkini. Intinya, paling mutahir. Sayangnya, tidak semua hal yang bersifat instan benar-benar berguna bagi diri kita; manusia. 


Manusia diciptakan lengkap dengan kompleksitas tinggi yang saling terhubung. Satu sistem tubuh berkait dengan sistem lainnya dan apabila satu sistem tersebut tidak terlatih dengan baik, maka ia akan menghambat sistem lainnya. Tak heran, perkembangan teknologi sejalan pula dengan semakin rentannya tubuh manusia dalam berhadapan dengan penyakit. Oleh sebab itu, ada sisi-sisi dari perkembangan teknologi yang harus dicermati agar tidak menghasilkan residu bagi tumbuh-kembangnya diri.


*


Menjadi sederhana adalah salah satu kunci untuk mengembalikan titik harmoni di dalam diri. Membiasakan diri dengan hal-hal yang dianggap ‘klasik’ terkadang dapat menyelematkan hidup kita. Misalkan saja menulis. Ya, menulis! Siapa yang mengira dibalik kesederhanaannya, aktivitas ini sebenarnya mengandung banyak manfaat bagi diri kita?!


Menulis dengan tangan sebenarnya adalah sama dengan melatih kemampuan otak kita agar dapat bekerja lebih maksimal. Mengutip artikel yang dibuat oleh Gina Lumauig, inilah beberapa manfaat yang dapat ditimbulkan dari kegiatan menulis tangan:


1. Menulis dengan tangan akan menguatkan proses pembelajaran yang akan berdampak pada otak sehat sementara mengetik adalah sebuah proses yang tidak menggunakan otak atau ‘mindless processing’.


2. Handwriting akan mengatifkan sirkuit neuron pada otak sehingga akan memudahkan kita pada saat belajar. Dr. Stanislas Dehaene, seorang Psikolog Kognitif dari College de France mengatakan bahwa aktivitas menulis dapat menstimulasi otak kita. 


3. Lizette Borreli dari Research di Medical Daily mengatakan mencatat dengan tangan akan mendorong memori karena membantu dalam memahami konsep dan data. Sebaliknya, penyimpanan informasi yang tepat sulit dihasilkan melalui aktivitas mengetik. Satu studi juga menemukan bahwa mahasiswa yang menulis tangan menunjukkan pemahaman konseptual yang lebih baik dari materi yang diajarkan dibandingkan dengan siswa yang mencatat dengan laptop. 


4. Menulis adalah sebuah proses penting dalam pengembangan kemampuan kognisi seseorang. Hal ini sudah dibuktikan oleh sekolah-sekolah di Perancis, dimana mereka menerapkan tulisan sambung pada saat mengajarkan menulis anak-anak di Sekolah Dasar. Selain itu, menulis juga membuat pikiran lebih tajam saat usia bertambah. Menurut The Wall Street Journal, beberapa dokter merekomendasikan para manula untuk rajin menulis dengan tangan sebagai latihan kognitif yang efektif untuk menjaga pikiran berfungsi dengan baik seiring bertambahnya usia. Menulis pada dasarnya mengaktifkan bagian otak seperti berpikir, bahasa dan memori kerja.


5. Tulisan sambung dapat dijadikan sebuah cara untuk menyembuhkan dyslexia. Riset yang dilakukan oleh Dr. Diane Montgomery dari Middlesex University, UK menyatakan jika menulis sambung dapat membantu mencegah penulisan huruf yang terbalik, sebagaimana layaknya yang kerap terjadi pada penyandang dyslexia.


6. Menulis mendukung kreativitas menjadi lebih baik. Begitu banyak ide yang bisa dikeluarkan atau diekspresikan jika kita terbiasa menulis dengan tangan. Hal ini dimungkinkan karena menulis dengan tangan menggabungkan ranah visual, motorik, dan persepsi kognitif. Otak kiri dan otak kanan akan bergerak melalui tulisan tangan, sehingga timbul kreatifitas. Selain itu menulis dengan tangan adalah seni dalam dirinya sendiri. Dibutuhkan keterampilan untuk memperbaiki cara menulis dan setiap individu memiliki cara unik untuk membentuk huruf.


7. Menulis melibatkan gerakan, mulai dari memegang alat tulis sampai menyentuh kertas dan membuat huruf. Dan menulis dengan tangan melibatkan bentuk dan garis dimana menggunakan keterampilan motorik otak untuk membuat setiap huruf dari hasil goresan tangan. Hal tersebut sepenuhnya lebih rumit daripada hanya menekan tombol keyboard untuk membuat sebuah kalimat. Dari proses ini dapat disimpulkan jika menulis merupakan latihan yang sangat bermanfaat bagi syaraf sensor motor.


8. Menulis dengan tangan, bahkan aktifitas lainnya seperti menggambar, membuat sketch atau coret-coretan adalah sebuah moda penting untuk interaksi sosial. Menurut Liza Kirwin dalam bukunya ‘More Than Words’, menulis adalah bentuk manifestasi dari hubungan sosial.


Nah, sekarang kalian mengetahui apa manfaat dari menulis, sebuah aktivitas yang sangat sederhana itu. Jadi paham apa arti there is beauty in simplicity, kan?! Buat kalian yang hobi ketak-ketik di keyboard, coba deh melakukan writing therapy. Nikmati waktu bersama tulisan tangan yang mengalir dengan indah. Rasakan tiap goresan yang keluar, nikmati aroma kertas yang menguar lembut dan yang terpenting, rasakan tiap makna keluar dari goresan tangan kalian. Perhatikan juga jemari kalian dan tak ada salahnya juga mengucapkan terimakasih kepada jari jemari kita, karena sudah menemani kita dalam susah maupun senang selama ini.


Selamat menulis. Selamat membangun kreativitas. Dan selamat membangun titik harmoni baru. Jika masih ada hal yang ingin kalian tanyakan seputar manfaat menulis tangan, jangan ragu untuk menghubungi saya. Saya akan dengan senang hati membantu kalian :)