Articles

2017-07-12
“KAMU MIRING YA?!” Studi tentang Sudut Kemiringan dengan Analisa Jiwa dan Kepribadian | Articles

“Kamu miring ya?!” 

Tentu kita familiar dengan canda ataupun sarkasme jenis itu. Kata ‘miring’ di sana kerap diidentikan dengan keadaan tidak waras, tidak tepat, tidak normal ataupun keluar dari norma-norma yang ada. Nah, pertanyaannya, dari manakah kata ‘miring’ mendapatkan pelabelan itu?

Tulisan-tangan.com tentu akan kesulitan dalam menelusuri hal tersebut. Tetapi, dalam kaidah grafologi, sudut kemiringan tulisan memang mendapat tempat tersendiri. Telaah tentang sudut kemiringan tulisan membuahkan gambaran yang sangat menarik karena sudut kemiringan tulisan tangan ternyata berhubungan dengan perasaan seseorang dan bagaimana seseorang merespon situasi di sekelilingnya. Mau tahu lebih lanjut? Yuk, kita telusuri bersama!

*

Kemiringan tulisan dapat dianalogikan sebagai body language. Baik body language, gesture maupun mimik wajah seringkali menampilkan kondisi yang berbeda dari apa yang disampaikan seseorang melalui kata-kata. Body language, gesture maupun mimik memiliki makna yang lebih dalam dari sekedar apa yang disampaikan. Sebagai contoh adalah, jika kita tertarik dengan lawan bicara dan topik pembicaraan yang ada maka kita akan cenderung mendekatkan diri kepada sang pembicara. Sebaliknya, jika topik yang ada terlalu menjemukan dan kita sama sekali tidak tertarik dengan lawan bicara di hadapan kita maka secara spontan kita melakukan penolakan dengan menarik diri.  

Dalam kajian grafologi, tulisan dengan kemiringan ke arah kanan menggambarkan keinginan atau hasrat seseorang untuk ‘terlibat’ dengan lawan bicara ataupun seberapa besar ketertarikannya dengan lingkungan sosial yang dihadapi. Semakin besar derajat kemiringin semakin menunjukkan intensitasnya. Kemiringan ke kanan juga dapat diasosiasikan dengan masa depan, sikap ekspresif (demonstratif), menunjukan afeksi ataupun semangat atau gairah (passion).

Adapun kemiringan ke kiri memiliki arti penekanan emosi atau perasaan. Biasanya, seseorang dengan tulisan jenis ini cenderung berfikir tentang sesuatu namun ia akan mengatakan hal yang lain, yang sama sekali tidak dipikirannya.  Miring ke kiri juga dapat diartikan seperti menghindari situasi yang membutuhkan keterlibatan emosi.  Sang penulis biasanya berorientasi pada masa lalu, penuh ketakutan dan kekhawatiran, memiliki penolakan, keraguan, penekanan dan hanya berorientasi kepada dirinya sendiri.

Nah, orang-orang dengan tulisan tangan yang miring ke kiri juga sering disalahartikan oleh lingkungan sekelilingnya.  Jika terjadi sebuah peristiwa, pada umumnya mereka menahan emosi hingga sedemikian rupa dan hanya akan mengeluarkan sedikit reaksi, terkecuali jika mereka benar-benar dipaksa untuk merespon.  

*

Tulisan tangan dengan kemiringan ke kiri sangat menarik dicermati. Satu hal yang patut dicatat, kita tentu ingat jika tidak ada satupun sekolah di dunia ini yang mengajarkan murid-muridnya untuk menulis miring ke kiri karena pada dasarnya tulisan miring ke kiri menujukkan pola-pola yang tertanam pada subconscious mind seseorang. 

Dalam kasus ini, menulis miring ke kiri memiliki korelasi dengan kondisi masa silam seseorang, khususnya pada masa kanak-kanak. Misalkan, bagaimana ketatnya kontrol orang tua terhadap anak ataupun bagaimana penolakan orang tua pada saat anak mengekspresikan kegembiraannya ataupun menunjukkan emosi kesedihannya. Akibatnya, anak tumbuh menjadi seorang yang ‘dingin’. Ia khawatir menampilkan ekspresinya karena takut mengalami kejadian yang kurang menyenangkan, sebagaimana yang terjadi pada masa kanak-kanaknya dahulu.

Jika tidak ditangani secara khusus, pola-pola tersebut akan terus membekas hingga anak menjadi seorang dewasa. Lalu bagaimana jika ternyata pasangan Anda ternyata menulis dengan sudut kemiringan ke arah kiri? Tidak ada pilihan lain terkecuali Anda harus bersikap sabar dalam menghadapi pasangan Anda. Pasangan Anda bukan tidak mencintai Anda tetapi ia memiliki cara tersendiri untuk mengekspresikan hal tersebut. Kuncinya? Bersabarlah hingga pasangan Anda keluar dari ‘cangkangnya’.

*

Teman-teman tentu tak mengira bukan, jika sudut kemiringan ternyata memang berhubungan dengan kondisi kejiwaan dan karakter seseorang. Yang pasti, pengetahuan ini tidak dimaksudkan sebagai penghakiman kepada karakter seseorang. Pengetahuan yang berbasis pada ilmu grafologi ini justeru berkeinginan untuk membeda potensi-potensi besar yang seringkali masih bersifat tertidur di dalam diri seseorang. 

Tulisan miring ke kanan bukan jaminan untuk sukses jika tidak didorong oleh semangat juang dan konsistensi. Dan tulisan miring ke kiri juga bukan alasan untuk seseorang gagal dalam menjalani hidup. Tulisan-tangan.com tetap percaya bahwasanya setiap orang hadir dengan jiwa unggul yang masing-masing bersifat otentik dan tak tergantikan.

Kamu punya pengalaman berkait dengan ‘kemiringan’ ini? Yuk, kita sharing bersama! Kirimkan email ke hallo@tulisan-tangan.com.

Dibawah ini adalah sekelumit contoh tulisan yang miring ke kiri dan miring ke kanan:


Image result for left slanted handwriting