Bring out your positivity through your handwriting

Tulisan-tangan.com adalah program layanan pengembangan kepribadian dan pemberdayaan diri yang berbasis pada pembacaan tulisan tangan atau grafologi.

Layanan ini dikembangkan oleh Aditi Bijouta, seorang behavior assessor dan graphologist bergelar Certified Master of Handwriting Analyst (C.H.M.A) yang diperoleh dari Karohs International School of Handwriting Analysis, Pebble Beach, CA. Dengan basis keilmuan grafologi, neuroscience serta berbagai bidang lain yang digeluti, Aditi membuka diri untuk membantu merumuskan problem-problem yang terkait dengan pola kepribadian dan karakter seseorang.

Aditi mengembangkan model pembacaan yang bersifat holistik. Berbekal pemahaman mengenai LCBI (Limbic Cortex Behavior Improvement) atau ilmu untuk memperbaiki dan meningkatkan kecakapan berpikir serta berperilaku melalui pemahaman fungsi otak, Aditi memadu-madankan kekuatan objektivitas sistem trait yang ditawarkan oleh Erika Karohs dengan ‘pemahaman rasa’ sebagaimana yang dianjurkan oleh para punggawa sistem gestalt.

Aditi sendiri adalah seorang Sarjana Ekonomi jurusan Keuangan dari STEKPI (Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi, Keuangan dan Perbankan Indonesia) Jakarta dan Master of Business Administration dalam bidang Marketing dari University of Hull, United Kingdom. Selama lebih dari 20 tahun ia bergelut dalam bidang marketing.

Dengan pengetahuan yang dimilikinya serta kombinasi kemampuan neuroplastisitas yang dimiliki setiap orang, seluruh kekuatan tersebut dapat dikembangkan menjadi personal branding yang kelak memperkokoh self confidence maupun membentuk kerangka capacity building yang signifikan dan selaras dengan jati diri seseorang.

Beberapa bidang yang juga dipelajari Aditi untuk mempertajam analisa kepribadian antara lain MBTI (Myers Briggs Type Indicator), DISC (Dominance, Influence, Steadiness dan Compliance) dan NPP (Neuro Parenting Practicioner).

    GRAPHOLOGY


    Aristoteles mengatakan “Knowing your self is the best wisdom”. Pernyataan sederhana itu justeru mengandung kedalaman yang tak sederhana dan berubah menjadi pertanyaan abadi bagi setiap manusia yang hidup.

    Banyak cara ditujukan untuk menjawab masalah tersebut. Filsafat, fisika, spiritualisme timur, para-psikologi, astronomi & astrologi, termasuk banyak kajian ilmu lain semua menawarkan jasa yang sama; membongkar jati diri manusia.

    Demikian pula graphology atau ilmu membaca tulisan tangan. Dibangun melalui tradisi keilmuan yang panjang, graphology menawarkan kemampuan untuk memahami struktur kepribadian seseorang. 



    Apa Itu Graphology


    Graphology merupakan ilmu yang dapat mengungkapkan kepribadian seseorang melalui analisa pola dan model tulisan tangan. 

    Tulisan tangan merupakan pintu masuk menuju alam bawah sadar. Alam ini dapat diibaratkan sebagai gudang memori kolektif yang terbangun sejak usia dini. Pakar neuroscience bahkan mengungkap jika tindakan seseorang dikendalikan oleh 88% pikiran bawah sadar dan hanya 12% dikendalikan pikiran sadar. 

    Dalam sudut pandang graphology, ‘apa yang kita tulis’ datang dari alam sadar tetapi ‘bagaimana kita menulis’ merupakan hasil dari pikiran bawah sadar. Hal tersebut sejalan dengan penelitian yang menyatakan bahwa ketika seseorang menulis, sel otak yang aktif bekerja sangat tinggi yakni 85-90%, berbanding terbalik dengan berbicara yang hanya mengaktifkan 15-20% sel otak. 

    Tidak mengherankan jika tulisan tangan disebut sebagai tulisan otak yang bersifat jujur, tidak dapat direkayasa dan itulah yang membuat tulisan tangan menjadi bersifat unik dan sangat personal. Oleh sebab itu, di dalam  memahami seseorang, graphology dapat memberikan hasil analisa yang sangat komprehensif. ‘Kode rahasia’ dan success story seseorang seluruhnya terekam dalam tulisan tangannya. 




    Bagaimana graphology dapat bermanfaat bagi kehidupan kita?


    Pemahaman Diri

    Graphology dapat membuat seseorang mengenal lebih dekat kepribadiannya. Selain itu, graphology dapat membuka berbagai macam hambatan yang ada di dalam kehidupan seseorang dan melihat alasan dibalik lahirnya hal tersebut.


    Memahami Teman, Partner Kerja Dan Relasi

    Ilmu graphology juga dapat membantu kita mengenal bagaimana sesungguhnya watak dan kepribadian seseorang. Dengan kemampuan ini secara aktual kita dapat beradaptasi dengan lingkungan baru maupun memperbaiki relasi yang ada.


    Memilih Pasangan Hidup

    Sebelum menikah, banyak laki-laki menjanjikan harapan dan impian yang indah. Namun, setelah menikah banyak wanita yang merasa kecewa karena apa yang dijanjikan tidak sesuai dengan realita yang ada. Dalam kasus ini, graphology dapat membantu kita memilih pasangan yang tepat, dengan gambaran yang jelas.


    Memilih Partner Bisnis

    Dalam dunis bisnis, menetapkan partner yang jujur dan dapat diandalkan merupakan kunci keberhasilan. Melalui graphology kita dapat mengerti dan memahami cara berfikir calon partner bisnis kita sehingga kelak ia dapat membantu mengembangkan perusahaan dan membuat keputusan yang tepat.  


    Perkembangan Anak

    Melalui graphology, orang tua dapat mengerti kemampuan anak mereka dengan perspektif yang lebih baik. Orang tua akan dengan mudah memahami kekurangan dan kelebihan sang anak dan membantu mereka mengeluarkan potensi-potensi yang selama ini belum terasah.


    Melalui graphology, orang tua akan dengan mudah memahami kemampuan anak dan membantu mereka mengembangkan potensi yang belum terasah.


    Beberapa contoh yang menjadi problem anak adalah:

    Mengapa hasil-hasil akademis anak saya kurang baik?

    Mengapa anak saya kurang menyukai olah raga?

    Bagaimana anak saya melihat saya sebagai orang tuanya?

    Apakah saya sudah mengenali anak saya seutuhnya?

    Bagaimana saya dapat membentuk anak saya agar lebih percaya diri?

    Bagaimana saya dapat mengubah anak saya agar lebih dapat mengekspresikan diri?


    Kriminalitas

    Graphology dapat membantu menangani kejahatan yang berhubungan dengan pencurian, perampokan, bunuh diri dan pemerasan.  Graphology juga dapat membantu proses investigasi bank dan perusahaan asuransi dalam mendeteksi tanda tangan palsu maupun melihat keabsahan suatu dokumen.


    Sumber Daya Manusia

    Graphology dapat berperan dalam proses rekruitmen karyawan maupun proses pembentukan tim. Dengan graphology kapasitas dan karakter calon karyawan dapat disesuaikan dengan jabatan yang ada.


    Hal-hal yang dapat diungkapkan melalui tulisan tangan antara lain:

    Manajemen waktu 

    Pola komunikasi yang tepat dengan tim 

    Kapasitas dalam menghadapi tekanan 

    Kemampuan untuk berfikir kreatif dalam menghadapi masalah 

    Kejujuran, dll. 


    Deteksi Dini Penyakit

    Kondisi mental dan fisik kita juga dapat diketahui melalui graphology. Dari beberapa tanda yang ada di dalam tulisan tangan, kita dapat mengetahui problem kesehatan kita.



    Sejarah Graphology


    Tahun 330 SM mulai tumbuh pemikiran bahwasanya terdapat hubungan antara tulisan tangan dengan tipe kepribadian seseorang. Pada prinsipnya, Aristoteles menyatakan jika kemampuan menulis tidak berbeda dengan kegiatan berbicara dan hal tersebut mampu menggambarkan pemikiran, emosi maupun karakter dasar dari si penulis. 


    Era awal modern graphology ditandai oleh lahirnya “The Means of Knowing The Habits and Qualities of a Writer from His Letters” karya Camillo Baldi, seorang Profesor Filsafat dan Kesehatan dari University of Bologna, Italia, pada tahun 1622. Namun istilah graphology baru diperkenalkan oleh Jean Hippolyte Michon pada tahun 1870. ‘Graph’ dalam bahasa Yunani berarti menulis dan ‘logos’ yang berarti ilmu atau ajaran. 


    Selanjutnya, terdapat banyak graphologist yang melakukan penelitian dan memberikan kontribusi berarti bagi perkembangan ilmu graphology. Graphologist tersebut antara lain Robert Saudek, Max Pulver, Klara Roman dan Dr. Alfred Kanfer. Selain itu terdapat pula nama-nama lain seperti Freud, Jung, Jacoby, Eynsyck, Klein, Hilliger, Nezos, Karohs, Yalon, Seifer, dll. 


    NEUROSCIENCE

    Handwriting is brainwriting is it's not debatable!

     

    Adalah sebuah anggapan yang keliru jika mengira menulis adalah aktivitas yang tidak berarti, lama, kuno dan tidak praktis. Sebaliknya, menurut neuroscientist dan psychologist, kegiatan menulis memiliki arti dan benefit yang sangat mendalam bagi otak kita.

     

    Apa yang Terjadi Pada Otak Pada Saat Menulis?

    Otak adalah organ tubuh yang sangat kompleks di tubuh kita. Ia merupakan pusat sistem syaraf yang terdiri dari 100 juta sel neuron yang saling berkomunikasi melalui triliunan synase (sambungan). Otak berukuran sebesar buah jeruk besar atau kira-kira 1,5 kg dan jika dihamparkan, ia akan memenuhi luas setengah lapangan bola. Dalam proses kerjanya, otak menerima input atau data dari sistem sensorik dan mengeluarkan output ke syaraf-syaraf seluruh bagian tubuh.

    Pada saat kegiatan menulis sekitar 80-90% bagian otak terlibat; dan bukan pada kegiatan bicara ataupun mengetik. Pada saat itu proses kompleks yang melibatkan kemampuan berbahasa, kognisi, persepsi dan saraf motorik bekerja secara simultan.


    Abdurrahman (2012: 131) mendefinisikan “Kognisi sebagai fungsi mental yang meliputi persepsi, pikiran, simbol, penalaran, dan penyelesaian masalah”. Kognisi diartikan sebagai suatu rangkaian proses penyelesaian masalah yang terkait dengan aktivitas berpikir. Rangkaian proses tersebut dilakukan dengan mempelajari sesuatu dan menempatkan sesuatu itu dalam sistem ingatan, mengomunikasikannya lewat bahasa dengan menggunakan simbol-simbol mental, dan memecahkan masalah-masalah atau bertindak dengan cerdas menggunakan informasi yang telah dipelajari sebelumnya atau disimpan dalam ingatan. Dan pada prinsipnya, seluruh proses panjang penelusuran pengetahuan itu melibatkan banyak bagian otak. Diantaranya yaitu Pre-Frontal Cortex, Lobus Parietal, Anterior Cingulat Cortex, Hipocampus (tempat menyimpan memory jangka pendek dan panjang), Basal Ganglia (tempat menyimpan subconscious memory), Cerebelum, Wernicke dan Brocca.

    Singkatnya, ketika sebuah peristiwa (atau rangsangan) diterima oleh panca indera, seluruhnya tersimpan sebagai sebuah kilas memori. Prefrontal Cortex kemudian memainkan peran untuk membangun pemaknaan, membuat justifikasi, perencanaan, maupun membuat keputusan dari setiap peritiwa atau rangsangan yang masuk.

    Setelah proses pengolahan informasi dilalui maka wernicke akan bekerja untuk memahami kata yang didengar ataupun objek yang dilihat. Wernicke merupakan bagian otak yang menjadi pintu gerbang untuk memahami rangsangan verbal. Setelah melewati prabrik bahasa, broca akan bekerja untuk memproses pembentukan kata sekaligus membangun makna kata tersebut.

    Oleh karena itu, jangan anggap remeh menulis dengan tangan, karena proses kognisi yang berjalan di otak yang memberikan benefit banyak kepada penulis dibandingkan dengan mengetik.